equipment-machine-machinery-190539.jpg

Posted in Life

Resolusi 4K Engineer

on Jun 20 2018 22:06

Biasa..

Hidup itu penuh cobaan, ada level sama difficulty-nya saudara-saudara:

Level #1: Kamu bisa benerin website ini, Iz?

Biasa.. :smile:

Level #2: Kamu bisa benerin kodingan pakai A/B/C, Iz?

Biasa.. :sweat_smile:

Level #3: Kamu bisa benerin komputer Windows-ku, Iz?

Biasa.. :confused:

Yaa, biasa kok. Santai aja karena ini gizi saya 24/7 :laughing:. Tapi kesukaan saya bukan servis komputer yaaa, pliss.

Bisa Karena Biasa

Saya bukan Ninja Hatori yang bisa sekaligus naik ke gunung melewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudra~~

Belajar koding itu cukup susah kalau tiba-tiba. Buat saya, proses belajarnya itu serasa ada EXP dan level gitu, ada fase-fasenya. Ada fase dikenalin games komputer, yang zaman dulu semacam "Virtual Cop :cop:" wiu wiu. Lalu menuju fase coba-coba, dimana saya berhasil memasang emulator Gameboy Advance legendaris tanpa tahu arti bahasa Inggris. Istilahnya tuh: dari hati ke hati~ :heart:

Ada juga saat ketika saya berhasil melukai hati Sang Naga, uhmm, registry Microsoft Windows; membuatnya beberapa kali sekarat. Lalu fase kreatif, buat berbagai karya dengan perangkat lunak, maaf nan maklum, semua masih bajakan. Semua terjadi ketika UN kedua belum menyerang :end:.

Fase terakhir, fase mimpi. Ketika tahu apa itu Linux, kenallah saya bahwa software itu bisa dibuat, sendiri! Saya buat web sederhana pakai frontpage, kalkulator pakai VSCode, dan reverse engineer aplikasi J2ME jaman semono. Waktu pun berlalu dan Android mulai tren, jadilah saya belajar koding intensif dan tak lepasnya sampai sekarang..

Tapi ada satu misteri yang belum tersingkap: buat apapun, saya tak pernah selesai :dissapointed:. Pernah lihat Jimmy Neutron kan? Nah, saya cocok tuh jadi profesor jahatnya :evil_silent:. Dari tugas kuliah nan-awesome maupun hasil lomba yang memukau (bagi saya sendiri), tak ada yang lanjut. Tak ada yang pakai. Alasannya, karena saya memang cuma suka buat.

Masih misteri... :ghost:

Lalu Ditanya: Resolusi?

Karena pos ini judulnya resolusi, saya terpaksa tulis (kalau enggak, saya sudahi sekian terima kasih :running:).

Jadilah saya kumpulkan puing-puing ilmu software engineer di hari-hari kuliah. Adalah seorang software engineer itu ya, harusnya,

  1. Selidik-selidik kebutuhan calon pengguna.
  2. Temukan teknologi yang tepat dengan kebutuhannya.
  3. Implementasi.
  4. Validasi dengan kebutuhan.
  5. Verifikasi dengan alur bisnis.
  6. Rilis!

Nah, si profesor jahat tadi kerjanya hanya nomor 2 dan 3, toh habis itu 6 kalau mau. Cepet sih, tapi itu hasilnya buat siapa? Selain metodenya yang kurang oke, kadang komitmen untuk eksekusi itu kayak kecambah: belum gedhe dah di makan..

Penutup

Jadilah resolusinya:

(1) Gunakan metode software engineering secara sederhana,
(2) Komitmen, gali motivasi sebanyak-banyaknya dan tempel di tempat kerja.

Pada akhirnya, karena profesor jahat gak pernah menang dari si Jimmy, jadilah dia kuliah software engineer kayak saya. Eh, habis itu dia jadi baik..


abdillah