Posted in Life, Self-Reminder

Syukur Tersendiri

on Mar 24 2019 08:03

"Syukur, sabar, dan taubat"

Tiga tanda bahagianya seseorang (Ibn Al-Qayyim). Dua dari tiga adalah pujian Rasulullah ﷺ terhadap keadaan orang mukmin. "'ajaban li amr il-mu'min," kata Rasulullah.
[ Shahih Muslim #2999 ].

Sabtu pagi ku ke GSP UGM seperti biasa. Bukannya ketemu teman yang sudah janjian, ndak biasanya, ku bertemu sesama mantan makhluk-makhluk penunggu lab1 ––sedang jogging. Akhirnya sesama :ghost: pun mengobrol.

Terkadang, sebelum ke GSP, aku mampir kantor untuk taruh tas. Supaya, walaupun sendirian, aku bisa bebas keliling GSP. Jadi rencananya, ku ingin kembali ke kantor. Supaya, walaupun makhluk-makhluk ini pergi, paling enggak aku bisa jogging sendiri. Nah, dah siap pergi tuh: naik kendaraan, kunci tertancap, siap flight UGM - YAP square di ketinggian 1000 mfeet di atas permukaan tanah.

Namun, keadaan pun berubah ketika.. :fire:

...Dzaki, teman yang sudah janjian, datang. Penerbangan pun dibatalkan. Oke, saatnya olahraga aja. Fast-forward-lah ceritanya. Setelah dua jam kami olahraga (pukul sepuluh lebih), aku pun kembali ke landasan.

"Warna biru.. Mana warna biru..." Tadi di sini, eh, ndak ada..

Mungkin manusia mempersepsikan waktu hanya selagi jantung berdetak. Ketika detak melambat, waktu juga melambat.

"Kunciku masih di sana tadi.."

Aku sudah lihat banyak orang kehilangan. Sedih, karena sedikit yang mendapatkan kembali. Terlepas besar atau kecil usaha mereka. Jadi, apa yang perlu kulakukan? Paling nggak-nya lapor ke petugas keamanan, lalu mungkin lanjut ke kepolisian. Sempat-sempatnya saat itu terlintas pertanyaan, berapa biaya beli motor ya? Apa tabungan cukup?

Aku menghampiri petugas SKKK UGM, lapor. Lalu ditunjukkan untuk konfirmasi ke pos terdekat, di gedung bagian utara GSP. Tak disangka, Fahrul, masih di sekitar situ dan bertanya. I answered, "Motorku gak ada tadi kunci masih nancap, mungkin diambil petugas." Setengah menutupi kekhawatiran, sebenarnya itu do'a. Dia menemaniku akhirnya.

Di kantor petugas SKKK saya permisi lalu bertanya. Kemudian menunggu kira-kira dua menit sembari mengobrol tentang... motorlah! Masak soal gundam :expressionless:. Seorang petugas keluar, yang satu sebentar-sebentar mendengarkan handy-talky. Kami menunggu... :hourglass:

Seseorang masuk, "Motornya Bit Biru kan? Ada di sektor timur sekarang. Tadi kami sweeping karena ada simpatisan Jo..." its faded away.. my mind thinking for other possibilities. Ku memang sudah pasrah, tapi mendengarnya seperti mimpi hitam putih tiba-tiba jadi berwarna.

Setelah ucap & pamit, kami keluar. Ku bilang sama Fahrul mungkin juga diri sendiri, bahkan sampai terbalik, "Yang ketemu jadi hilang itu juga salah satu nikmat," :satisfied:. Yang membuatku menulis cerita ini.

Catatan kaki:

1Makhluk-makhluk lab ini adalah yang gentayangan di Laboratorium Informatika pada jam-jam sibuk. Sayangnya, di sana, setiap jam adalah jam sibuk.